Cari Blog Ini

Memuat...

Jumat, 14 Oktober 2011

Modif Kawasaki Ninja 250 2010 (Jakarta)

Kawasaki Ninja 250 Fashion Menggoda
Begitu banyak Kawasaki Ninja 250R yang dimodif saat ini menjadi hambatan tersendiri. Apa sebab? Karena jika enggak berani dalam memodifikasi, Ninja akan terlihat sama dengan lainnya. Jadi, harus jeli memilih tampilan yang pas, menarik dan sudah pasti jangan sampai terkesan norak dan kampungan. Begitu juga dengan Jofran, pemilik Ninja bermotifkan Moriwaki ini. "Saya tidak ingin sudah total di kaki-kaki tapi motor malah jadi terlihat biasa karena motif yang dipakai suda pasaran," kata Joe, sapaan akrabnya. Motif ini memang agak menyolok mata. Perpaduan biru dan kuning sungguh eye catching. Dan warna seperti inilah yang memang menjadi obsesi Joe dalam modifikasi. Seakan ingin terlihat total, beberapa bagian pun dicat atau dipilih warnanya yang sama mengikuti bodi. Misalnya saja bagian tengah disc brake. "Bahkan untuk slang rem belakang cari yang warnanya biru juga, supaya semua terlihat harmonis," tambah pria 35 tahun ini. Kejeliannya layak diacungi jempol untuk urusan seperti ini. Begitu juga dengan pelek. Limbah dari Honda RVF 400 itu juga terpaksa disiram cat dengan kelir kuning. Hal ini berlanjut pada pemilihan gir belakang yang juga berkelir sama. Sungguh perpaduan warna yang harmonis. Untuk wilayah kaki-kaki ini, Joe memilih limbah yang termasuk kurang banyak dipakai. Hal itu memang karena stoknya tidak terlalu banyak. "Padahal dengan desain pro arm seperti Ducati ini, motor terlihat jadi lebih sporty juga," kata anggota klub Ninja dari wilayah Jakarta Barat ini. Selain bentuknya, dengan memilih limbah RVF ini juga banyak keuntungan lainnya. "Terutama dalam masalah pengerjaan modifikasinya dan juga handling saat dipakai riding," beber karyawan swasta di bidang IT ini. Menurut Joe, dengan lebar pelek 3,5 inci di depan dan hanya 4,5 inci di belakang, saat diajak rebah motor lebih stabil. "Saya sudah membuktikannya saat nyoba di Sentul," tambah pria yang kadang-kadang ikutan OMR Ninja, tentu saja tidak pakai motor ini. Joe punya satu unit lagi yang khusus untuk balapan. "Selain itu kalau limbah R6 atau CBR 600 bagian belakang motor seakan kepanjangan dan akan ngebuang kalau diajak bermanuver," lanjut Joe yang memang doyan ngebut ini. Supaya lebih rame tapi tetap dalam konsep harmonisasi, di bagian fairing juga ditempeli begitu banyak stiker. Ingat ya, jika ingin pasang stiker produk seperti ini usahakan yang natural. Artinya produk tadi benar dipasang di motor atau memang merupakan sponsor pendukung. Lihat saja di sini. Ada Michelin, Brembo, Nissin, Koso dan juga X-race. Tambah sip lagi, juga ada stiker MOTOR Plus. Thanks ya, Bro! Oh ya, perihal bodi, sepertinya Joe tidak banyak melakukan ubahan. Fokusnya memang hanya pada permaianan warna. Fairing masih mengandalkan aslinya. "Hanya dilakukan pemasangan single sitter di belakang biar mendukung konsep racing. Selain itu beberapa bagian bodi dilapis carbon printing supaya lebih memperkuat konsep," yakin Joe. Wajar juara 3 kelas sport fashion advance pada IRC MOTOR Plus Modification Contezt, Agustus kemarin. DATA MODIFIKASI Ban depan: Michelin 120/60-17 Ban belakang: Michelin 160/60-17 Pelek & arm: Honda RVF400 Kopling : Kitaco (Hidrolik) Setang : Kitaco Frame slider: Kitaco Footstep : X-race Spidometer : Koso Head lamp : Projector

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar