Cari Blog Ini

Memuat...

Senin, 17 Oktober 2011

Usai Operasi Kecil, Mahasiswa Meninggal

17/10/2011 10:20 Operasi Tumor Dihentikan, Mata Pasien Membengkak
Dugaan malapraktek terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima, Nusa Tenggara Barat. Pasien miskin penderita tumor di atas mata mengalami pembengkakan pada matanya. Ini terjadi setelah operasi tumor pasien dihentikan di tengah jalan oleh dokter dengan alasan tidak sanggup dan harus dirujuk ke Bali. Saat ditemui SCTV, Senin (17/10), pihak keluarga menuduh RSUD Bima telah melakukan kesalahan prosedur. Menurut mereka, semestinya dokter tidak melakukan operasi apabila tak mampu sehingga mata kiri Abdul Haris kini semakin membengkak. Sementara keluarga tidak punya biaya untuk merujuk Haris ke Bali. Dokter yang melakukan operasi mengatakan dirinya tidak mengira tumor di atas mata kiri Haris sudah kronis dan menjalar hingga ke bagian kornea matanya. Menanggapi tuduhan malapraktik, Direktur RSUD Bima menganggap dihentikannya operasi di tengah jalan adalah wajar karena dokter sudah tidak sanggup lagi meneruskan. Namun kini yang menjadi permasalahan, mata kiri Haris semakin membengkak tiap harinya dan sudah tidak bisa melihat. Adapun pihak RSUD Bima juga sudah tidak menyanggupi. Sementara kondisi ekonomi keluarga Haris yang menggunakan Jamkesmas tidak mampu berobat ke Bali. Saat ini pihak keluarga mengaku pasrah saja http://uangdownload.com/member/7561.html Usai Operasi Kecil, Mahasiswa Meninggal Pemalang: Seorang pria di Pemalang, Jawa Tengah, Selasa (31/5), meninggal dunia usai menjalani operasi tumor ringan di bagian pipi. Iwan Setiawan, mahasiswa fakultas teknik sebuah universitas swasta di Yogyakarta, diduga menjadi korban malapraktik Rumah Sakit Umum Santa Maria, Pemalang. Menurut Suwarno, orangtua korban, tubuh Iwan sempat membengkak dan berubah warna menjadi kebiru-biruan. Ia menuding tim bedah RSU Santa Maria menyuntikkan terlalu banyak obat bius. Kondisi korban sebelum operasi diketahui cukup sehat. Buktinya, mampu membawa mobil sendiri menuju rumah sakit. Tudingan malapraktik dibantah ketua tim bedah dokter Kun Sri Wibowo. Menurut dia, pihak rumah sakit sudah menangani korban sesuai prosedur dan ketentuan berlaku. Guna memastikan penyebab pasti kematian, aparat Kepolisian Resor Pemalang mendatangkan tim forensik. Hasil autopsi korban baru diketahui sepekan mendatang Dianggap Membahayakan Pasien, Seorang Perawat Diringkus

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar