Cari Blog Ini

Memuat...

Senin, 14 November 2011

Radiasi Tinggi Ditemukan di Sekolah Tokyo

Radiasi nuklir akibat krisis nuklir berkepanjangan di Jepang, kembali mengkhawatirkan warga. Tingkat radioaktif yang lebih tinggi dari daerah reaktor nuklir Fukushima, ternyata juga ditemukan di sebuah sekolah dasar di Tokyo, Selasa (18/10). Padahal, lokasi SD Adachi berada di 210 kilometers dari reaktor.

Tingkat radiasi pada tingkat tiga, 99 microsievert per jam yang diamati lima sentimeter dari atas tanah tepat di bawah pipa air hujan. Sementara itu, sekitar 60 kilometer dari reaktor nuklir di Kota Fukushima, paparan radiasi sebesar satu microsievert per jam.

Kepala SD Adachi mengaku terkejut mendengar adanya radiasi tersebut. Akibat kabar itu, aktivitas kelas dan kegiatan lain di sekolah hari itu terpaksa dibatalkan.

Lembaga Berwenang berencana memindahkan tanah dan pohon-pohon dari area sekolah dan mengukur radiasi. Pengukuran tersebut akan dilakukan di sekitar 800 lokasi, termasuk sekolah, taman dan fasilitas umum lainnya.

Sebelumnya, radiasi tingkat radiasi yang melebihi Prefektur Fukushima, juga ditemukan di dua wilayah Tokyo dan Prefektur Chiba [baca: Ancaman Radiasi Hantui Tokyo
 

    

Radiasi Terdeteksi dalam Urin Anak-anak   

 Krisis nuklir Jepang memunculkan masalah baru. Sekelompok warga Jepang mengatakan, bahan radioaktif nuklir terdeteksi dalam urin sepuluh anak di Fukushima, Jepang, Kamis (30/6). Hasil itu didapatkan, setelah kelompok Jaringan Selamatkan Anak-anak dari Radiasi Nuklir mengumpulkan sampel urin para siswa sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA), kemudian dianalisis Organisasi Penelitian Perancis.

Hasilnya, 1,13
becquerels cesium-134 per liter ditemukan di salah satu anak perempuan berusia delapan tahun. Kelompok itu mengatakan, anak-anak itu diduga terkena bahan radioaktif yang dilepaskan dari reaktor nuklir Fukushima Daiichi.

Mereka menambahkan, tes tersebut menunjukkan dengan jelas bahwa anak-anak yang tinggal sejauh 60 kilometer dari reaktor menderita pajanan internal. Mereka mendesak pemerintahan Negeri Sakura, agark segera memeriksa anak-anak di Fukushima, serta mengungsikan mereka ke tempat yang lebih aman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar