Cari Blog Ini

Memuat...

Jumat, 30 Desember 2011

Desain Ulang Google Calendar, Hanya Sekadar Kosmetik?

GOOGLE melakukan renovasi total sebagai bagian dari transisi menuju Goggle+. Layanan kalender Google yang populer tidak terkecuali.
Desain ulang Google Calendar yang diperkenalkan kepada para pengguna Rabu pekan ini, hanya "sekadar kosmetik". Google tidak menambah fitur baru apa pun, namun hanya dibuat agar terlihat seperti Google+.
Beberapa perubahan pada Google Calendar termasuk penggabungan tombol "Quick Add" dengan tombol "Create", juga tambahan ikon untuk fungsi seperti "Print", "Refresh", pengingat (reminder) dan tamu (guest). Selain itu juga penghapusan tombol "Save" dan "Discard" di bawah halaman.
Perubahan besar adalah perubahan warna dan penambahan penggunaan ruang putih sebagai latar belakang.
Dalam pengumumannya, Google mengatakan perubahan ini semua tentang menghapus kekacauan yang ada dan meningkatkan kemampuan saling tukar, juga menggunakan informasi antara perangkat desktop dan mobile.
"Cara orang menggunakan dan menjelajah web terus berkembang. Tujuan kami adalah memberi Anda pengalaman online yang konsisten dan lebih mulus, tanpa peduli produk Google apa yang Anda gunakan dan perangkat apa yang Anda pakai," demikian pernyataan Google dalam situsnya
Raksasa mesin pencarian ini baru saja melakukan desain ulang pada homepage-nya yang populer dengan logo yang lebih kecil dan panel navigasi Google+ yang lebih gelap. Google berharap lebih banyak lagi produknya dirancang ulang untuk menyesuaikan dengan proyek baru media sosial Google+.
Untuk melihat tampilan Google Calander yang berubah, klik "Try the new look" di kanan atas aplikasi. Jika Anda tak suka dengan desain baru ini, Anda tetap bisa kembali dengan desain lama.
Google+
Adapun mengenai Google+, ini merupakan merupakan layanan jejaring sosial baru. Layanan tersebut ditengarai bakal menjadi pesaing kuat bagi Facebook.
Jejaring sosial milik Google ini membuka ruang bagi para penggunanya untuk membagi foto, pesan, dan komentar seperti layaknya di Facebook. Google juga menambahkan layanan peta dan images dalam Google+ ini.
Google pun mengklaim, jejaring sosialnya ini akan memudahkan orang untuk mengatur kontak tanpa membuat grup. Namun, beberapa analis teknologi informasi berpendapat, Google+ hanya mereproduksi fitur dari Facebook, dengan hanya menambahkan fungsi video chat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar