Cari Blog Ini

Memuat...

Minggu, 09 Oktober 2011

Motif Pembakar ATM Adalah Anti-kapitalisme

09/10/2011 03:51



Liputan6.com, Sleman: Polisi akhirnya menguak motif pembakaran bilik anjungan tunai mandiri (ATM) di Gejayan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari pengakuan para pelaku, mereka menyebut dirinya sebagai kelompok Narko-Punk.

Menurut Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam, kelompok ini dicirikan dengan aktivitas anak muda yang membenci sistem kapitalis. Penyerangan ke ATM Bank Rakyat Indonesia pada Jumat dini hari silam itu adalah bentuk kebencian mereka terhadap kapitalis.

Sejauh ini polisi sudah menangkap BL dan RR yang terlibat dalam pembakaran ATM BRI di Yogyakarta. BL ditangkap di sekitar lokasi kejadian, sesaat setelah terbakarnya ATM. Ini menyusul kecurigaan warga yang melibat BL mondar-mandir di kawasan itu.

Dari tangan BL, polisi menyita sejumlah barang bukti, seperti sepeda motor yang digunakan melakukan aksi
pembakaran dan selembar selebaran. Setelah enam jam diperiksa di Markas Kepolisian Sektor Depok Barat, BL dipindahkan ke Markas Kepolisian Resor Sleman.

Berdasarkan informasi BL, polisi kemudian menangkap dua orang lain yang diduga terlibat, yaitu SS pacar BL dan RR, seorang teman indekosnya di kawasan Kolombo.

Namun satu orang lainnya, KL, yang bertindak sebagai pelaku atau eksekutor pembakaran masih buron. Ia langsung melarikan diri sesaat setelah membakar ATM. Dia pun terluka akibat salah memperhitungkan pembakaran ATM dan sempat berobat ke rumah sakit. Setelah itu keberadaannya tak diketahui [baca: Tiga Orang Ditangkap, Eksekutornya Buron].
Polisi terus mendalami dan menyelidiki kasus pembakaran bilik ATM di Gejayan, Sleman, DI Yogyakarta yang terjadi Jumat (7/10) dini hari. Tiga orang terus diperiksa secara intensif karena ada dugaan sementara, peristiwa tersebut berkaitan dengan kejadian serupa di Bandung Juni lalu.

Salah seorang yang telah diperiksa polisi adalah BL (27) asal Bandung, Jawa Barat. BL ditangkap warga di sekitar lokasi kejadian sesaat setelah terbakarnya bilik ATM tersebut. Ketika itu BL terlihat mencurigakan dan mondar-mandir di situ. Barang bukti yang berbasil diperoleh dari BL adalah sepeda motor yang digunakan dalam aksi pembakaran dan selembar selebaran. BL diperiksa selama sekitar enam jam di Mapolsek Depok Barat, Sleman, Yogyakarta setelah itu pemuda asal Bandung tersebut dibawa ke Mapolres Sleman.

Dari BL polisi kemudian menangkap dua orang lain yang diduga terlibat. Mereka adalah SS pacar BL dan RR seorang teman satu kos di kawasan Kolombo. BL dan SS telah lama tinggal di Yogyakarta. Mereka telah lama merencanakan kejadian tersebut. Peran RR adalah sebagai pembuat selebaran dan otak pembakaran ATM. Seorang lagi, KL yang bertindak sebagai eksekutor kini masih buron. KL mengalami luka-luka setelah membakar ATM dan sempat berobat ke rumah sakit, namun kemudian kabur.

Menurut Kapolda DI Yogyakarta, Brigjen Pol Tjuk Basuki dari tangan para pelaku tersebut ditemukan selebaran yang berisi ancaman penyerangan terhadap pusat-pusat keuangan yang dituding sebagai sumber penderitaan rakyat. (Vin)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar